Discrimination Against Domestic Workers

By:

Irene Xavier

Affiliations:

Persatuan Sahabat Wanita Selangor (PSWS)

Policy Code:

3h Labour

Problem Statement:

The First Schedule in the Employment Act 1955 explicitly discriminates against domestic workers, excluding these sector of workers from basic rights afforded to all other workers in the Act. The Act also refers to Domestic Workers are "servants" in the Act. The EA 1955 is the reference for the definition of what a worker is for other worker related legislation like the EPF Act 1991, SOCSO Act 1969 and Minimum Wage Order which all, follow the discriminative reading in the EA and exclude domestic workers from enjoying these social protection rights.

Value(s) and Belief(s):

All workers should have access to equal rights protection and benefits.

Proposal of Solution:

Amend the discriminative clauses in the First Schedule of the EA1955 and amend the reference of Domestic Workers in the EA1955 as "domestic servants" to "Domestic Workers".

Additional Information:

Translation

Isu dan Polisi Semasa:

Jadual Pertama dalam Akta Pekerjaan (AP) 1955 secara eksplisit mendiskriminasi pekerja rumah tangga, tidak termasuk sektor pekerja ini daripada hak asas yang diberikan kepada semua pekerja lain dalam Akta tersebut. Akta ini juga merujuk kepada Pekerja Rumah Tangga adalah "pelayan" dalam Akta tersebut. AP 1955 adalah rujukan untuk definisi tentang apa itu pekerja bagi undang-undang berkaitan pekerja lain seperti Akta KWSP 1991, Akta PERKESO 1969 dan Perintah Gaji Minimum yang semuanya, mengikuti pembacaan diskriminatif di AP dan mengecualikan pekerja rumah tangga dari menikmati sosial ini hak perlindungan.

Nilai-nilai dan Kepercayaan:

Semua pekerja harus mempunyai akses kepada perlindungan dan faedah hak yang sama

Penyelesaian:

Meminda klausa diskriminatif dalam Jadual Pertama AP 1955 dan meminda rujukan Pekerja Rumah Tangga di AP 1955 sebagai "pembantu rumah tangga" kepada "Pekerja Rumah Tangga".

Informasi Tambahan: